/*
 * ATURAN PENAMAAN KELAS — BACA SEBELUM MENAMBAH KELAS BARU
 * ===========================================================================
 * SATU KELAS = SATU KOMPONEN. Modifier memakai awalan nama komponennya
 * (`wr-card--warn`), bukan kelas global yang ditempelkan ke mana-mana.
 *
 * Aturan ini ditulis karena pola yang sama sudah merusak tampilan LIMA KALI
 * di berkas ini, dan tiap kali gejalanya berbeda sehingga terlihat seperti
 * lima bug yang tidak berhubungan:
 *
 *   .wr-warn   nada peringatan SEKALIGUS kotak catatan
 *              -> baris tabel jadi 12.5 px sementara baris lain 16 px, dan
 *                 kartu turun 22 px dari kartu di sebelahnya
 *   .wr-sec    judul bagian (flex) SEKALIGUS pembungkus bagian
 *              -> judul berdiri di SAMPING tabelnya di 19 bagian
 *   .wr-track  bilah kemajuan 6 px SEKALIGUS tabel data
 *              -> setiap tabel dipangkas jadi bentuk pil, huruf di sudutnya
 *                 hilang; skrip overflow TIDAK menangkapnya karena
 *                 pemangkasan oleh border-radius tidak mengubah scrollWidth
 *   .wr-dec    baris keputusan SEKALIGUS pembungkus angka
 *              -> angka menonjol tampil 14 px dengan padding 13/16 px
 *   .wr-kpi__* ukuran huruf menempel pada nada
 *
 * Kalau sebuah kelas dipakai pada dua jenis elemen yang tidak sekerabat
 * (<div> dan <table>, <span> dan <tr>), itu tanda pertama tabrakannya.
 * Pisahkan namanya; JANGAN menambal dengan aturan penimpa di bawahnya —
 * tambalan meninggalkan tabrakannya tetap di sana untuk diinjak lagi.
 */
/*
 * MONOSPACE HANYA UNTUK KODE RECORD
 * ===========================================================================
 * Chip seperti "belum ada PIC", "0 hari di status ini", "Data hidup", dan
 * "definisi TF5 - belum divalidasi" sebelumnya dirender monospace. Kalimat
 * dengan huruf mesin ketik terbaca seperti sisa backtick markdown yang tidak
 * sengaja ikut ter-render, bukan seperti komponen yang memang dirancang.
 *
 * Yang tetap monospace hanya .wr-chip dan .wr-dec__n — keduanya berisi kode
 * record (DEMO-TSK-001, nomor keputusan), dan di sanalah lebar huruf yang
 * sama justru menolong: digit berbaris rapi antar-baris.
 */
/*
|--------------------------------------------------------------------------
| Papan Eksekutif
|--------------------------------------------------------------------------
| Tambahkan isi berkas ini ke bagian bawah resources/css/p100-theme.css,
| atau daftarkan sebagai aset kedua di AppServiceProvider:
|
|   FilamentAsset::register([
|       Css::make('p100-theme', resource_path('css/p100-theme.css')),
|       Css::make('wr-papan-eksekutif', resource_path('css/wr-papan-eksekutif.css')),
|   ]);
|
| lalu jalankan: php artisan filament:assets
|
| CSS polos, bukan Tailwind. Project ini tidak punya rantai build front-end;
| kelas Tailwind yang tidak ikut terkompilasi gagal secara diam-diam.
|
| DUA TEMA, MENGIKUTI PILIHAN PENGGUNA
| --------------------------------------------------------------------------
| Berkas ini semula mengunci satu palet gelap, dengan alasan yang masuk akal
| untuk Papan Eksekutif: papan itu dibaca dari jauh — layar rapat, proyektor,
| ponsel yang diangkat ke arah orang lain — dan latar gelap membuat mata
| langsung jatuh ke angka.
|
| Yang tidak diperhitungkan: berkas yang sama dipakai LIMA layar, termasuk
| kartu domain di Dashboard, yang bukan papan baca-jauh melainkan layar kerja
| biasa. Kelimanya tetap gelap walau pengguna memilih tema terang, dan
| sebagian teksnya praktis hilang: --wr-muted di atas latar terang hanya
| 2.46:1, --wr-paper 1.05:1. Ambang WCAG untuk teks kecil 4.5:1.
|
| Sekarang paletnya mengikuti tema. Nilai terang di :root, nilai gelap
| ditimpa di html.dark.
|
| KENAPA html.dark, BUKAN prefers-color-scheme
| --------------------------------------------------------------------------
| Filament menaruh class .dark di <html> berdasarkan tombol tema yang
| DIPILIH pengguna. `prefers-color-scheme` membaca setelan sistem operasi,
| yang sering berbeda — dan kalau dipakai, papan akan gelap di siang hari
| hanya karena laptopnya bertema gelap, mengabaikan pilihan yang baru saja
| dibuat orangnya.
|
| KONTRAS KEDUA TEMA SUDAH DIHITUNG, BUKAN DIKIRA
| --------------------------------------------------------------------------
| Seluruh pasangan warna di bawah diperiksa dengan rumus WCAG. Teks kecil
| minimal 4.5:1, warna status dan aksen minimal 3:1. Yang terendah di tema
| terang adalah brass 4.67:1 dan oranye 4.68:1; di tema gelap, dim 3.95:1.
*/

/*
 * TEMA TERANG — nilai bawaan.
 *
 * Ditaruh di :root, bukan di .wr-board, supaya html.dark bisa menimpanya.
 * Selektor .dark .wr-board juga bisa, tapi menaruh nilainya di akar membuat
 * satu tempat yang dibaca saat orang bertanya "warnanya apa".
 */
:root {
    --wr-ink: #F5F7FA;
    --wr-ink-2: #FFFFFF;
    --wr-ink-3: #EEF2F7;
    --wr-line: rgba(15, 23, 42, .10);
    --wr-line-2: rgba(15, 23, 42, .18);
    --wr-paper: #0B1722;
    --wr-muted: #4A6070;
    --wr-dim: #5C7182;
    --wr-brass: #8A6B12;
    --wr-brass-terang: #A8841C;

    /*
     * Warna status: hijau tuntas, merah macet, oranye bersyarat.
     *
     * Dulu ditulis langsung sebagai hex di sembilan tempat. Nilai yang sama
     * tidak bisa terbaca di kedua latar — #10B981 mencapai 7.14:1 di latar
     * gelap tapi hanya 2.28:1 di latar terang — jadi keduanya butuh nilai
     * sendiri, dan itu hanya mungkin lewat variabel.
     */
    --wr-hijau: #047857;
    /*
     * Garis pil "live" ditulis sebagai variabel sendiri, bukan color-mix().
     *
     * color-mix() belum didukung merata, dan kegagalannya SUNYI: properti
     * jadi tidak sah, bordernya diam-diam hilang, dan tidak ada yang tahu
     * sampai seseorang membandingkan dua layar.
     */
    --wr-hijau-garis: rgba(4, 120, 87, .38);
    --wr-merah: #B91C1C;
    --wr-oranye: #B45309;
    --wr-oranye-latar: #FFF7ED;
    --wr-oranye-teks: #7C2D12;
    --wr-strip: rgba(15, 23, 42, .12);
}

/*
 * TEMA GELAP — palet asli papan.
 *
 * `html.dark` mengikuti tombol tema Filament. Nilainya sama persis dengan
 * yang dipakai sebelum berkas ini punya dua tema, jadi tampilan papan di
 * mode gelap tidak berubah sama sekali.
 */
html.dark {
    --wr-ink: #0B1722;
    --wr-ink-2: #11212F;
    --wr-ink-3: #16293A;
    --wr-line: rgba(255, 255, 255, .09);
    --wr-line-2: rgba(255, 255, 255, .16);
    --wr-paper: #EDF2F6;
    --wr-muted: #8CA2B4;
    /*
     * Dinaikkan dari #63788A. Diukur pada latar panel gelap (#11212F),
     * warna lama hanya 3.57:1 — di bawah 4.5:1 yang dituntut untuk teks
     * kecil, dan chip "belum divalidasi PMO" berukuran 10 px memakainya.
     * #7E93A5 memberi 5.15:1 dan tetap lebih redup daripada --wr-muted
     * (6.19:1), sehingga tingkatannya tidak berubah.
     */
    --wr-dim: #7E93A5;
    --wr-brass: #C8A24B;
    --wr-brass-terang: #E2C377;

    --wr-hijau: #10B981;
    --wr-hijau-garis: rgba(16, 185, 129, .35);
    --wr-merah: #EF4444;
    --wr-oranye: #F97316;
    --wr-oranye-latar: #1D2A38;
    --wr-oranye-teks: #F8C9A6;
    --wr-strip: #2A3E52;
}

.wr-board {
    background: var(--wr-ink);
    color: var(--wr-paper);
    border-radius: 14px;
    padding: 28px;
    margin: -8px 0 0;
    font-size: 14px;
    line-height: 1.5;
}

.wr-board a { text-decoration: none; color: inherit; }
.wr-board :focus-visible { outline: 2px solid var(--wr-brass); outline-offset: 2px; }

/* ---------- kepala ---------- */
.wr-head { display: flex; gap: 20px; align-items: flex-start; flex-wrap: wrap; }
.wr-eyebrow {
    font-family: var(--wr-font-ui, ui-sans-serif, system-ui, -apple-system, 'Segoe UI', Roboto, 'Helvetica Neue', Arial, sans-serif);
    font-size: 11px; letter-spacing: .12em; text-transform: uppercase;
    color: var(--wr-brass);
}
.wr-title {
    font-size: clamp(24px, 3.4vw, 38px); line-height: 1.1; font-weight: 600;
    letter-spacing: -.015em; margin: 10px 0 8px; color: var(--wr-paper);
}
.wr-sub { color: var(--wr-muted); margin: 0; max-width: 60ch; }

.wr-stamp { margin-left: auto; display: flex; gap: 8px; flex-wrap: wrap; }
.wr-pill {
    font-family: var(--wr-font-ui, ui-sans-serif, system-ui, -apple-system, 'Segoe UI', Roboto, 'Helvetica Neue', Arial, sans-serif); font-size: 11px; letter-spacing: .04em;
    border: 1px solid var(--wr-line-2); border-radius: 999px;
    padding: 4px 10px; color: var(--wr-muted); white-space: nowrap;
}
.wr-pill--live { color: var(--wr-hijau); border-color: var(--wr-hijau-garis); }
.wr-pill--live::before {
    content: ""; display: inline-block; width: 6px; height: 6px; border-radius: 50%;
    background: var(--wr-hijau); margin-right: 7px; vertical-align: 1px;
    animation: wr-pulse 2.4s ease-in-out infinite;
}
@keyframes wr-pulse { 0%, 100% { opacity: 1 } 50% { opacity: .25 } }

/*
 * SATU KELAS, DUA PEKERJAAN — DIPISAH (yang KEEMPAT di berkas ini)
 * ===========================================================================
 * `.wr-track` dipakai untuk dua komponen yang tidak punya hubungan apa pun:
 *
 *   1. BILAH KEMAJUAN di papan eksekutif — <div>, tinggi 6 px, memang harus
 *      berbentuk pil; dan
 *   2. TABEL DATA di papan PMO, Pekerjaan Saya, dan papan task force —
 *      <table> setinggi ratusan piksel.
 *
 * Karena aturannya ditulis untuk bilah kemajuan, SETIAP tabel ikut menerima
 * `border-radius: 999px` dan `overflow: hidden`. Tabelnya lalu dipangkas
 * menjadi bentuk pil raksasa dan huruf di keempat sudutnya benar-benar
 * hilang — bukan elipsis, melainkan terpotong melengkung:
 *
 *     /app/pmo    table 758x308 px, radius 999px, overflow hidden
 *                 "TF1 — Developer Partnership & Project Qualification"
 *                 terbaca "…eveloper Partnership & Project …ication"
 *     /app/saya   table 581x48 px — radius ter-clamp jadi 24 px kiri-kanan,
 *                 "DEMO-ISU-002" kehilangan huruf D-nya
 *
 * KENAPA INI LOLOS DARI PEMERIKSAAN KEMARIN
 * ---------------------------------------------------------------------------
 * Skrip deteksi overflow membandingkan scrollWidth dengan clientWidth.
 * Pemangkasan oleh border-radius tidak mengubah keduanya sama sekali: isinya
 * muat, hanya saja sebagian piksel tidak digambar. Jadi skripnya
 * mengembalikan array kosong sementara hurufnya jelas hilang di layar.
 *
 * Namanya dipisah, bukan ditambal dengan `border-radius: 0` yang menimpa
 * belakangan — tambalan seperti itu meninggalkan tabrakannya tetap di sana
 * untuk diinjak lagi nanti.
 */
.wr-meter {
    height: 6px; background: var(--wr-ink-3); border-radius: 999px;
    overflow: hidden; margin: 22px 0 4px;
}
.wr-meter > i {
    display: block; height: 100%; border-radius: 999px;
    background: linear-gradient(90deg, var(--wr-brass), var(--wr-brass-terang));
}

/*
 * Tabel data. Sudut membulatnya sudah diurus `.wr-panel` (radius 10 px), jadi
 * tabelnya sendiri harus bersudut siku dan TIDAK BOLEH memangkas isinya.
 */
.wr-tabel {
    width: 100%;
    border-radius: 0;
    overflow: visible;
}

/*
 * Kolom terakhir rata kanan.
 *
 * Dengan lebar tabel 100%, sisa ruang jatuh ke kolom terakhir. Dibiarkan
 * rata kiri, isinya menggantung jauh dari tepi dan tabelnya terlihat
 * setengah jadi; rata kanan menutup barisnya dan membuat angka tenggat
 * sejajar antar-baris.
 */
.wr-tabel th:last-child,
.wr-tabel td:last-child {
    text-align: right;
}

/* ---------- judul bagian ---------- */
/*
 * SATU KELAS, DUA PEKERJAAN — DIPISAH (yang ketiga di berkas ini)
 * ===========================================================================
 * `.wr-sec` dipakai dengan dua arti yang bertentangan:
 *
 *   - di papan eksekutif sebagai JUDUL bagian: <h2 class="wr-sec">, dengan
 *     `display: flex` supaya judul dan keterangan kecilnya sebaris; dan
 *   - di papan PMO, papan saya, dan papan task force sebagai PEMBUNGKUS
 *     bagian: <section class="wr-sec"> yang berisi <h2> DAN tabelnya.
 *
 * Pada pemakaian kedua, `display: flex` menjadikan seluruh isi bagian itu
 * anak flex dalam satu BARIS — judul berdiri di samping tabelnya, bukan di
 * atasnya, dan tabel yang terhimpit ikut terpotong di tepi kirinya. Persis
 * gejala yang terlihat pada blok "Issue saya", dan sebenarnya terjadi di
 * KESEMBILAN BELAS bagian yang memakai bentuk pembungkus.
 *
 * `.wr-sec` sekarang pembungkus (block), dan judulnya punya kelas sendiri.
 */
.wr-sec {
    display: block;
    margin: 32px 0 0;
}

.wr-judul-sec,
.wr-sec > h2 {
    font-size: 16px; font-weight: 600; margin: 0 0 14px;
    display: flex; align-items: baseline; gap: 12px; flex-wrap: wrap;
    color: var(--wr-paper);
}

.wr-judul-sec span,
.wr-sec > h2 span { font-size: 12px; font-weight: 400; color: var(--wr-dim); }

/* ---------- KPI ---------- */
.wr-kpis { display: grid; grid-template-columns: repeat(4, 1fr); gap: 12px; }
/*
 * EMPAT KARTU METRIK SAMA TINGGI
 * ---------------------------------------------------------------------------
 * Chip "definisi TF5 - belum divalidasi" membungkus jadi dua baris di
 * sebagian kartu dan satu baris di sebagian lain, sehingga keempat kartu
 * berbeda tinggi dan chip yang dua baris menabrak garis warna di dasar
 * kartu. Kartu yang tingginya tidak rata membuat deretannya terbaca seperti
 * salah render, bukan seperti empat angka setara.
 *
 * Kolomnya dibuat flex tegak dan chip-nya didorong ke dasar dengan
 * `margin-top: auto`, jadi berapa pun panjang keterangannya, garis chip
 * tetap sejajar antar-kartu.
 */
.wr-kpi {
    background: var(--wr-ink-2); border: 1px solid var(--wr-line);
    border-radius: 10px; padding: 16px; position: relative; overflow: hidden;
    display: flex; flex-direction: column; height: 100%;
}
.wr-kpi::after {
    content: ""; position: absolute; left: 0; bottom: 0; height: 2px;
    width: var(--w, 0%); background: var(--c, var(--wr-brass));
}
.wr-kpi__lab {
    font-family: var(--wr-font-ui, ui-sans-serif, system-ui, -apple-system, 'Segoe UI', Roboto, 'Helvetica Neue', Arial, sans-serif); font-size: 10.5px; letter-spacing: .1em;
    text-transform: uppercase; color: var(--wr-muted);
}
.wr-kpi__num {
    /*
     * `line-height: 1` memberi kotak baris 38 px sementara glifnya butuh
     * 42 px, jadi angkanya menonjol keluar kotaknya sendiri. Tidak terlihat
     * karena tidak ada yang memotong, tapi ia membuat tinggi kartu meleset
     * 4 px dari yang dihitung.
     */
    font-size: 38px; font-weight: 700; line-height: 1.1; margin: 10px 0 4px;
    letter-spacing: -.02em; font-variant-numeric: tabular-nums;
}
.wr-kpi__num small { font-size: 16px; font-weight: 600; color: var(--wr-muted); }
.wr-kpi__sub { font-size: 12px; color: var(--wr-muted); }
.wr-kpi__flag {
    /*
     * `align-self: start` supaya chip hanya selebar teksnya, `margin-top:
     * auto` supaya ia menempel ke dasar kartu, dan `nowrap` supaya ia tidak
     * pernah lagi menjadi dua baris. Teksnya sendiri dipendekkan di blade;
     * kalimat panjangnya pindah ke tooltip.
     */
    align-self: start; margin-top: auto; margin-bottom: 2px;
    font-family: var(--wr-font-ui, ui-sans-serif, system-ui, -apple-system, 'Segoe UI', Roboto, 'Helvetica Neue', Arial, sans-serif);
    font-size: 10px; letter-spacing: .05em; padding: 2px 7px; border-radius: 4px;
    border: 1px solid var(--wr-line-2); color: var(--wr-dim);
    white-space: nowrap;
}

/* Keterangan mengisi sisa ruang, jadi chip di bawahnya selalu sejajar. */
.wr-kpi__sub { flex: 1 1 auto; }

/* ---------- panel ---------- */
/*
 * KARTU SEBARIS HARUS SEJAJAR DAN SAMA LEBAR
 * ---------------------------------------------------------------------------
 * Sebelumnya 1.55fr lawan 1fr — kolom kanan 35% lebih sempit tanpa alasan
 * yang bisa disebut — dan `align-items: start`, sehingga kartu sebaris
 * berhenti di tinggi masing-masing. Digabung dengan `margin-top` yang ikut
 * menempel pada nada peringatan, kartu dalam satu baris punya tinggi 148,
 * 132, dan 150 px dengan titik atas yang berbeda-beda.
 *
 * `auto-fit` dengan lebar minimum juga menghapus kebutuhan aturan khusus di
 * layar sempit: kolomnya berkurang sendiri saat ruangnya habis.
 */
.wr-grid2 {
    display: grid;
    grid-template-columns: repeat(auto-fit, minmax(280px, 1fr));
    gap: 16px;
    align-items: stretch;
}

/*
 * Kolom kanan menyempit saat isinya kosong.
 *
 * "Menunggu keputusan" yang kosong tetap memakan hampir separuh lebar layar,
 * dan ruang itu diambil dari kolom kiri yang justru penuh. Saat kosong ia
 * cukup selebar judulnya.
 */
.wr-grid2--sepi { grid-template-columns: 1fr minmax(180px, .34fr); }

/*
 * Panel yang berdiri sendiri selebar papan.
 *
 * Menggantikan grid dua kolom pada papan gate: kartu di kolom kanan hanya
 * setinggi 200 px sementara papan gate melewati 1000 px, sehingga kolom
 * kanan jadi pita kosong dan papan gate mengerjakan deretan segmennya di
 * ruang yang lebih sempit dari yang tersedia.
 */
.wr-lebar-penuh {
    display: block;
}

/*
 * KARTU DOMAIN: KOLOM, BUKAN GRID.
 * -------------------------------------------------------------------------
 * Grid menyamakan tinggi baris: dua kartu bersebelahan menempati baris yang
 * setinggi kartu terpanjang, dan kartu pendek menyisakan ruang kosong di
 * bawahnya. `align-items: start` menghentikan peregangannya tapi tidak
 * menutup celahnya — barisnya tetap setinggi yang terpanjang.
 *
 * Multi-kolom mengalirkan kartu berikutnya langsung setelah yang sebelumnya
 * selesai, jadi kartu pendek tidak menyisakan apa pun. `break-inside: avoid`
 * menjaga satu kartu tidak terbelah antar kolom.
 */
.wr-kolom2 { columns: 2; column-gap: 16px; }
.wr-kolom2 > * {
    break-inside: avoid;
    -webkit-column-break-inside: avoid;
    margin: 0 0 16px;
    display: block;
}
/*
 * `clip`, bukan `hidden`.
 *
 * Keduanya merapikan sudut membulat, tapi `hidden` menjadikan panel ini
 * wadah gulir: isinya yang kelebihan diam-diam bisa digulir program lain
 * dan tidak pernah terlihat pengguna. `clip` tidak membuat wadah gulir,
 * sehingga kelebihan lebar menjadi kesalahan yang KELIHATAN saat diukur,
 * bukan teks yang hilang diam-diam.
 */
.wr-panel {
    background: var(--wr-ink-2); border: 1px solid var(--wr-line);
    border-radius: 10px; overflow: clip;
}
.wr-panel__h { padding: 14px 16px; border-bottom: 1px solid var(--wr-line); }
.wr-panel__h h3 { font-size: 14px; font-weight: 600; margin: 0; color: var(--wr-paper); }
/*
 * KEADAAN KOSONG YANG SERAGAM
 * ---------------------------------------------------------------------------
 * Sebelumnya keadaan kosong hanyalah paragraf abu-abu, dan tiap papan
 * menulisnya dengan gaya berbeda. Paragraf abu-abu tidak memberi tahu apa
 * yang bisa dilakukan; ia terbaca seperti halaman yang gagal memuat.
 *
 * Bentuknya sekarang satu: tanda, kalimat, dan — kalau ada — satu tindakan.
 */
.wr-kosong {
    color: var(--wr-dim); padding: 18px 16px; margin: 0; font-size: 13px;
    display: flex; gap: 12px; align-items: flex-start;
}

.wr-kosong::before {
    content: "—";
    flex: 0 0 auto;
    width: 22px; height: 22px; border-radius: 50%;
    border: 1px dashed var(--wr-line-2);
    display: grid; place-items: center;
    color: var(--wr-dim); font-size: 12px; line-height: 1;
}

.wr-kosong__aksi {
    display: inline-block; margin-top: 8px;
    font-size: 12px; padding: 4px 10px; border-radius: 6px;
    border: 1px solid var(--wr-line-2); color: var(--wr-muted);
}

.wr-kosong__aksi:hover { border-color: var(--wr-brass); color: var(--wr-brass); }

/* ---------- pembungkus gulir tabel ---------- */
/*
 * KENAPA PEMBUNGKUS, BUKAN MENGECILKAN FONT
 * -------------------------------------------------------------------------
 * `.wr-panel` memakai `overflow: hidden` supaya sudut membulatnya rapi. Efek
 * sampingnya: tabel yang lebih lebar dari panelnya TERPOTONG di kanan —
 * kolom paling kanan hilang tanpa satu pun tanda bahwa ia ada.
 *
 * Mengecilkan font akan menyembunyikan gejalanya sambil membuat angka lebih
 * sulit dibaca dari jauh, yang justru satu-satunya alasan papan ini ada.
 *
 * Pembungkus ini memberi tabelnya jalur gulir sendiri di dalam panel.
 */
.wr-gulir {
    overflow-x: auto;
    -webkit-overflow-scrolling: touch;

    /*
     * `min-width: 0` WAJIB, jangan dihapus.
     *
     * Item grid dan flex bawaannya `min-width: auto`, artinya ia menolak
     * menyusut di bawah lebar isinya. Tanpa baris ini, tabel yang lebar
     * MENARIK seluruh rantai induknya ikut melebar — terukur 830 px ruang
     * halaman berisi 1727 px isi — dan pembungkus ini tidak pernah sempat
     * menggulir apa pun, karena ia selalu selebar tabelnya.
     */
    min-width: 0;
    max-width: 100%;
}

/*
 * Alasan yang sama, di SELURUH rantai induknya.
 *
 * Rantainya: grid halaman Filament (`auto-cols-fr`) > .wr-board > .wr-sec >
 * .wr-panel > .wr-gulir > table. Satu saja yang tertinggal `min-width: auto`
 * sudah cukup membuat tabel menarik semuanya melebar, dan pembungkus gulir
 * tidak pernah sempat bekerja. Disebut satu per satu, bukan dengan pemilih
 * universal, supaya `min-width` yang memang disengaja — seperti pada
 * `.wr-nama` — tidak ikut tersapu.
 */
.wr-board,
.wr-board > *,
.wr-sec,
.wr-panel {
    min-width: 0;
}

/*
 * Lebar minimum supaya kolomnya tidak saling menghimpit sebelum gulirnya
 * muncul. Nilainya lebih kecil dari lebar panel di layar biasa, jadi di
 * layar lebar tidak ada gulir sama sekali.
 */
.wr-gulir > table { min-width: 560px; }

/*
 * ANGKA TIDAK PERNAH DIPOTONG.
 *
 * `nowrap` pada seluruh sel membuat angka utuh dan mendorong kelebihannya ke
 * jalur gulir, bukan memampatkannya menjadi dua baris yang salah dibaca.
 */
/*
 * Angka tidak boleh membungkus — tapi kolom nama justru harus boleh.
 * Karena itu `.wr-nama` dikecualikan; tanpa pengecualian ini aturan nowrap
 * di sini akan mengalahkan pembungkusan yang baru saja diizinkan.
 */
.wr-tabel th, .wr-tabel td { white-space: nowrap; }
.wr-tabel th.wr-nama, .wr-tabel td.wr-nama { white-space: normal; }

/*
 * Kolom teks bebas (alasan, catatan) boleh membungkus dan dibatasi lebarnya.
 * Tanpa ini, satu kalimat panjang menentukan lebar seluruh tabel.
 */
.wr-tabel th.wr-prosa, .wr-tabel td.wr-prosa {
    white-space: normal;
    min-width: 220px;
    max-width: 420px;
}

/*
 * KOLOM PERTAMA TETAP TERLIHAT SAAT DIGULIR
 * ---------------------------------------------------------------------------
 * Sebagian tabel tetap lebih lebar daripada papannya. Menggulir tanpa jangkar
 * membuat orang kehilangan tahu baris mana yang sedang dibacanya, dan tidak
 * ada tanda apa pun bahwa masih ada kolom di kanan.
 *
 * Kolom pertama dibekukan, dan bayangan tipis di tepinya menjadi tanda bahwa
 * tabelnya berlanjut.
 */
.wr-gulir .wr-tabel th:first-child,
.wr-gulir .wr-tabel td:first-child {
    position: sticky;
    left: 0;
    z-index: 1;
    background: var(--wr-ink-2);
    box-shadow: 1px 0 0 var(--wr-line);
}

/*
 * Bayangan penanda gulir, digambar dengan latar yang menempel pada
 * pembungkusnya sendiri sehingga muncul hanya saat isinya memang lebih lebar.
 */
.wr-gulir {
    background:
        linear-gradient(to right, transparent, transparent) local,
        linear-gradient(to left, rgba(15, 23, 42, .18), transparent 24px) scroll right center / 24px 100% no-repeat;
}

/*
 * KOLOM NAMA BOLEH DUA BARIS, BUKAN DIPOTONG
 * ---------------------------------------------------------------------------
 * Sebelumnya 280 px dengan nowrap dan elipsis, sementara isinya butuh
 * 299-363 px. Akibatnya SEMUA nama task force terpotong:
 *   "TF1 - Developer Partnership & Project Qual..."
 *   "TF7 - Strategic Communication, Content & ..."
 *
 * Tooltip memang menyimpan nama utuhnya, tapi tooltip hanya menolong orang
 * yang tahu harus mengarahkan tetikus ke sana — dan papan ini justru dibaca
 * dari jauh saat layar di-share, di mana tidak ada tetikus sama sekali.
 *
 * Membungkus ke baris kedua lebih murah daripada memotong: barisnya sedikit
 * lebih tinggi, tapi tidak ada nama yang hilang. `title` tetap dipasang di
 * blade untuk pembaca layar dan untuk nama yang tetap sangat panjang.
 */
.wr-nama {
    /* 200 px, bukan 240: pada 1280 px selisih inilah yang membuat tabel
       tujuh task force muat tanpa perlu digulir sama sekali. */
    min-width: 200px;
    width: auto;
    white-space: normal;
    overflow-wrap: anywhere;
    line-height: 1.35;
}

/* ---------- papan gate ---------- */
/*
 * KOLOM ANGKA MENGAMBIL LEBAR YANG IA BUTUHKAN
 * ---------------------------------------------------------------------------
 * Diukur di 1150 px: kolom ketiga selebar 58 px sementara isinya butuh 80-92
 * px, dan `.wr-panel` memakai `overflow: hidden`. Hasilnya "0 tertahan"
 * tampil sebagai "0 tertaha" dan "45 tertahan" sebagai "45 tertah" — di
 * KETUJUH baris, TF1 sampai TF7.
 *
 * Yang mengalah sekarang segmen gate-nya (1fr), bukan angkanya: segmen
 * kehilangan beberapa piksel tanpa kehilangan makna, sedangkan angka yang
 * terpotong berhenti menjadi angka. `max-content` memastikan lebarnya cukup
 * juga saat angkanya tiga digit.
 */
.wr-rung {
    display: grid;
    grid-template-columns: 64px minmax(0, 1fr) minmax(96px, max-content);
    gap: 14px; align-items: center;
    padding: 13px 16px; border-bottom: 1px solid var(--wr-line);
    transition: background .15s;
}
.wr-rung:hover { background: var(--wr-ink-3); }
.wr-rung__code { font-size: 15px; font-weight: 700; letter-spacing: .02em; }
.wr-rung__code i {
    display: block; font-style: normal; font-family: var(--wr-font-ui, ui-sans-serif, system-ui, -apple-system, 'Segoe UI', Roboto, 'Helvetica Neue', Arial, sans-serif);
    font-size: 9.5px; color: var(--wr-dim); letter-spacing: .06em; font-weight: 400; margin-top: 2px;
}
.wr-segs { display: flex; gap: 3px; height: 22px; }
.wr-segs i {
    flex: 1; border-radius: 3px; background: var(--wr-ink-3);
    border: 1px solid var(--wr-line);
}
.wr-segs i.is-done { background: var(--wr-hijau); border-color: transparent; }

/*
 * Kotak tahap TF1 yang bisa diklik (Papan PMO) — 11 September 2026, lihat
 * batang-tf.blade.php. BUG YANG DIPERBAIKI: `.wr-segs i { flex: 1 }` di
 * atas cuma berlaku untuk <i> yang jadi ANAK LANGSUNG flex container
 * `.wr-segs`. Membungkus tiap <i> dengan <a> (supaya kotaknya bisa diklik)
 * membuat <a>-lah yang jadi anak flex-nya — <i> di dalamnya kehilangan
 * flex:1, kolaps jadi garis tipis (lebar alami elemen kosong). Perbaikannya:
 * <a> ikut jadi flex container sendiri (flex:1 + display:flex), dan <i> di
 * dalamnya diberi flex:1 lagi supaya mengisi penuh <a> pembungkusnya —
 * hasil akhirnya kotak yang sama persis ukurannya dengan sebelum dibungkus.
 */
.wr-segs a { flex: 1; display: flex; text-decoration: none; }
.wr-segs a i { flex: 1; }

/*
 * Aksen warna TF pada kotak tahap Papan PMO — permintaan PMO, 11 September
 * 2026. --tf-color disetel inline di batang-tf.blade.php (hanya saat
 * dipanggil dari Papan PMO, BUKAN Papan Eksekutif — di sana kotak
 * "hijau/garis miring" TETAP warna status, sengaja tidak disentuh, lihat
 * catatan di papan-eksekutif.blade.php). Border, bukan background — supaya
 * warna is-done (hijau = status "tercapai") tetap yang paling menonjol;
 * warna TF di sini murni identitas KOLOM/BARIS, bukan status.
 */
.wr-segs--tf i {
    border-color: var(--tf-color, var(--wr-line));
    border-width: 2px;
}
.wr-segs--tf i.is-done {
    border-color: var(--tf-color, transparent);
}

/*
 * Satuan batang, di ujung baris.
 *
 * Aturan mengikat: satu kotak berarti apa harus bisa dibaca TANPA bertanya.
 * Karena satuannya berbeda per task force, menyebutnya sekali di keterangan
 * papan saja tidak cukup — pembaca yang menyusuri satu baris tidak sedang
 * melihat keterangan itu.
 */
.wr-satuan {
    display: block;
    font-style: normal;
    font-size: 9px;
    color: var(--wr-dim);
    letter-spacing: .04em;
    margin-top: 1px;
}

/* Keterangan di bawah papan; perbedaan satuan justru ditonjolkan. */
.wr-catatan-papan {
    margin: 12px 0 0;
    font-size: 11.5px;
}

/*
 * Baris tanpa gate: keadaan kosong yang berbicara, bukan ruang kosong.
 *
 * Dibuat serupa tinggi dengan deretan segmen supaya tinggi barisnya tidak
 * melompat, dan diredupkan supaya tidak bersaing dengan baris yang punya
 * data sungguhan.
 */
.wr-segs--nihil {
    align-items: center;
    border: 1px dashed var(--wr-line);
    border-radius: 4px;
    padding: 0 10px;
}

.wr-segs--nihil em {
    font-style: normal;
    font-size: 10.5px;
    color: var(--wr-dim);
    white-space: nowrap;
    overflow: hidden;
    text-overflow: ellipsis;
}
.wr-rung--cair .wr-segs i:not(.is-done) {
    background: repeating-linear-gradient(135deg, var(--wr-ink-3) 0 4px, transparent 4px 8px);
}
.wr-rung__pct {
    font-size: 19px; font-weight: 700; text-align: right; font-variant-numeric: tabular-nums;
}
.wr-rung__pct i {
    display: block; font-style: normal; font-family: var(--wr-font-ui, ui-sans-serif, system-ui, -apple-system, 'Segoe UI', Roboto, 'Helvetica Neue', Arial, sans-serif);
    font-size: 9px; color: var(--wr-dim); font-weight: 400;
}
.wr-legend {
    padding: 12px 16px; display: flex; gap: 16px; flex-wrap: wrap;
    font-family: var(--wr-font-ui, ui-sans-serif, system-ui, -apple-system, 'Segoe UI', Roboto, 'Helvetica Neue', Arial, sans-serif); font-size: 10px; color: var(--wr-dim);
}
.wr-legend span { display: flex; align-items: center; gap: 6px; }
.wr-legend b { width: 9px; height: 9px; border-radius: 2px; display: inline-block; }
.wr-hatch {
    background: repeating-linear-gradient(135deg, var(--wr-strip) 0 3px, transparent 3px 6px);
    border: 1px solid var(--wr-line);
}

/* ---------- keputusan ---------- */
/*
 * SATU KELAS, DUA PEKERJAAN — DIPISAH (yang KELIMA, ditemukan saat menyisir
 * tabrakan lain setelah kasus .wr-track)
 * ===========================================================================
 * `.wr-dec` adalah BARIS KEPUTUSAN di papan eksekutif: flex, berjarak, dengan
 * garis pemisah di bawahnya. Tapi ia juga dipakai membungkus ANGKA tunggal di
 * kartu "Daftar tagihan" (papan PMO), kartu KPI, ringkasan Pekerjaan Saya,
 * dan papan task force.
 *
 * Akibatnya angka-angka itu mewarisi `display: flex`, `padding: 13px 16px`,
 * dan ukuran huruf bawaan 14 px — terukur di /app/pmo. Jadi angka yang
 * seharusnya menonjol justru tampil sebesar teks biasa, dengan jarak dalam
 * yang tidak diminta siapa pun.
 *
 * Angka sekarang memakai `.wr-angka`.
 */
.wr-dec { display: flex; gap: 12px; padding: 13px 16px; border-bottom: 1px solid var(--wr-line); }

/*
 * Angka tunggal yang menonjol di dalam kartu.
 *
 * `tabular-nums` supaya digit berbaris rapi antar-kartu — dua kartu
 * bersebelahan dengan angka yang tidak sejajar terbaca seperti salah render.
 */
.wr-angka {
    font-size: 26px;
    font-weight: 700;
    line-height: 1.15;
    letter-spacing: -.01em;
    font-variant-numeric: tabular-nums;
    color: var(--wr-paper);
    margin-bottom: 2px;
}

/*
 * Cacah kecil di ujung baris daftar (kartu domain). Bukan angka menonjol dan
 * bukan baris keputusan — ia menempel di kanan judul barisnya.
 */
.wr-cacah {
    margin-left: auto;
    padding-left: 10px;
    font-variant-numeric: tabular-nums;
    color: var(--wr-muted);
}

/* Di papan task force angka ini berupa kalimat pendek, bukan digit tunggal. */
.wr-angka--kalimat {
    font-size: 15px;
    font-weight: 600;
    letter-spacing: 0;
}
.wr-dec:last-of-type { border-bottom: 0; }
.wr-dec__n { font-family: ui-monospace, monospace; font-size: 11px; color: var(--wr-brass); padding-top: 2px; }
.wr-dec p { margin: 0 0 5px; font-size: 13.5px; line-height: 1.4; }
.wr-dec__meta { font-family: var(--wr-font-ui, ui-sans-serif, system-ui, -apple-system, 'Segoe UI', Roboto, 'Helvetica Neue', Arial, sans-serif); font-size: 10.5px; color: var(--wr-dim); }
.wr-dec__meta em { font-style: normal; color: var(--wr-merah); }

/* ---------- pergerakan ---------- */
.wr-feed {
    display: grid; grid-template-columns: repeat(auto-fill, minmax(280px, 1fr));
    gap: 10px; padding: 14px 16px;
}
.wr-card {
    display: block; background: var(--wr-ink-3); border: 1px solid var(--wr-line);
    border-radius: 8px; padding: 12px 13px; transition: border-color .15s;
}
.wr-card:hover { border-color: var(--wr-line-2); }

/*
 * Identitas warna task force — permintaan PMO, 11 September 2026.
 * Lihat App\Support\WarnaTaskForce untuk pemetaan kode → HEX (dipakai apa
 * adanya, SAMA di light/dark — cuma kontras latarnya yang menyesuaikan
 * tema lewat --wr-ink-3/--wr-line yang sudah ada di atas).
 *
 * --tf-color disetel inline per kartu (style="--tf-color: #2563EB"),
 * dibaca dua tempat di sini: garis aksen kiri, dan lencana kode TF.
 *
 * "Kotak 3D" = box-shadow tipis dua lapis (dekat + jauh), BUKAN animasi —
 * dipisah dari .wr-card polos supaya kartu yang tidak berafiliasi TF
 * (mis. kartu tanpa domain) tidak ikut berubah tampilannya.
 */
.wr-card--tf {
    border-left: 4px solid var(--tf-color, var(--wr-line));
    box-shadow: 0 1px 2px rgba(15, 23, 42, .06), 0 4px 8px rgba(15, 23, 42, .08);
}
html.dark .wr-card--tf {
    box-shadow: 0 1px 2px rgba(0, 0, 0, .35), 0 4px 10px rgba(0, 0, 0, .3);
}
.wr-tf-badge {
    display: inline-block; font-size: 11px; font-weight: 700; line-height: 1;
    padding: 3px 7px; border-radius: 999px; margin-left: 6px;
    color: var(--tf-color); background: color-mix(in srgb, var(--tf-color) 16%, transparent);
    vertical-align: middle;
}

/*
 * Kartu yang MEMANG tombol harus terlihat seperti tombol.
 *
 * Dua kartu besar di Pekerjaan Saya adalah tautan, tapi bentuknya sama
 * persis dengan kartu yang hanya menampilkan angka — tidak ada satu pun
 * tanda bahwa ia bisa diklik sampai tetikus menyentuhnya.
 */
.wr-card--aksi {
    position: relative;
    padding-right: 38px;
}

.wr-card--aksi::after {
    content: "→";
    position: absolute; right: 14px; top: 12px;
    color: var(--wr-dim); transition: transform .15s, color .15s;
}

.wr-card--aksi:hover {
    border-color: var(--wr-brass);
    background: var(--wr-ink-2);
}

.wr-card--aksi:hover::after {
    transform: translateX(3px);
    color: var(--wr-brass);
}
.wr-chips { display: flex; gap: 6px; margin-bottom: 7px; flex-wrap: wrap; }

/*
 * Chip status: warnanya di titik, bukan di hurufnya. Lihat alasan terukur
 * di papan-eksekutif.blade.php.
 */
.wr-chip--status::before {
    content: "";
    display: inline-block;
    width: 6px; height: 6px; border-radius: 50%;
    background: var(--wr-titik, currentColor);
    margin-right: 6px;
    vertical-align: 1px;
}
.wr-chip {
    font-family: ui-monospace, monospace; font-size: 9.5px; letter-spacing: .05em;
    padding: 2px 6px; border-radius: 4px; border: 1px solid var(--wr-line-2); color: var(--wr-muted);
}
.wr-card h4 { margin: 0 0 6px; font-size: 13.5px; font-weight: 600; line-height: 1.35; color: var(--wr-paper); }
.wr-card__who { display: block; font-family: var(--wr-font-ui, ui-sans-serif, system-ui, -apple-system, 'Segoe UI', Roboto, 'Helvetica Neue', Arial, sans-serif); font-size: 10.5px; color: var(--wr-dim); }
.wr-card__ev { display: block; margin-top: 8px; font-size: 11.5px; color: var(--wr-muted); }
.wr-card__ev.is-no { color: var(--wr-oranye); }

/* ---------- catatan ---------- */
/*
 * SATU KELAS, DUA PEKERJAAN — DIPISAH
 * ===========================================================================
 * `.wr-warn` dipakai di dua tempat yang berbeda sifatnya:
 *
 *   1. sebagai KOTAK CATATAN yang berdiri sendiri (satu <div> di papan
 *      eksekutif), dan
 *   2. sebagai NADA pada baris tabel, kartu, dan item daftar di papan PMO,
 *      papan saya, papan task force, dan kartu domain.
 *
 * Karena satu kelas membawa keduanya, `font-size: 12.5px` dan
 * `margin-top: 22px` ikut menempel ke mana pun nada itu dipakai. Akibatnya
 * terukur:
 *
 *   - baris tabel bernada peringatan dirender 12.5 px sementara baris biasa
 *     16 px, sehingga tabel "Tujuh task force" tampak melengkung dan
 *     kolomnya tidak sejajar;
 *   - kartu bernada peringatan turun 22 px dari kartu di sebelahnya, jadi
 *     kartu sebaris punya tinggi awal yang berbeda.
 *
 * Ukuran huruf dan jarak BUKAN urusan nada. `.wr-warn` sekarang hanya
 * warna; yang butuh kotak memakai `.wr-warn--kotak`.
 */
.wr-warn {
    border: 1px solid rgba(249, 115, 22, .35);
    background: rgba(249, 115, 22, .07);
    color: var(--wr-oranye-teks);
}

/* Kotak catatan yang berdiri sendiri — di sinilah jarak dan ukurannya. */
.wr-warn--kotak {
    margin-top: 22px; border-radius: 8px;
    padding: 13px; font-size: 12.5px; line-height: 1.55;
}

.wr-warn--kotak b {
    display: block; color: var(--wr-oranye); font-size: 12px; letter-spacing: .04em;
    text-transform: uppercase; margin-bottom: 4px;
}

/* ---------- layar sempit ---------- */
@media (max-width: 1024px) {
    .wr-grid2 { grid-template-columns: 1fr; }
    .wr-grid2--sepi { grid-template-columns: 1fr; }
    .wr-kolom2 { columns: 1; }
    .wr-kpis { grid-template-columns: repeat(2, 1fr); }
}

@media (max-width: 640px) {
    .wr-board { padding: 18px 14px; border-radius: 10px; }
    .wr-stamp { margin-left: 0; }
    .wr-kpi__num { font-size: 32px; }
    /*
     * PAPAN GATE MENUMPUK TEGAK DI PONSEL
     * -----------------------------------------------------------------
     * Tiga kolom tidak muat di 390 px: 54 + 46 px ditambah jarak
     * menyisakan terlalu sedikit untuk deretan segmen, dan barisnya
     * meluber 337 px di ruang 328 px. Aturan lama juga mengecilkan kolom
     * angka jadi 46 px — persis kesalahan yang baru diperbaiki di layar
     * besar, cuma pindah tempat.
     *
     * Ditumpuk, tidak ada yang perlu mengalah: kode di atas, segmen di
     * tengah selebar layar, angka di bawah dengan ukuran penuh.
     */
    .wr-rung {
        grid-template-columns: 1fr;
        gap: 8px;
        padding: 12px;
    }

    .wr-rung__pct {
        text-align: left;
        font-size: 17px;
    }

    /* Ditumpuk, keterangan boleh sebaris dengan angkanya. */
    .wr-rung__pct i { display: inline; margin-left: 6px; }

    .wr-segs { height: 18px; gap: 2px; }

    /*
     * Keterangan "belum ada gate terdaftar" tidak muat satu baris di 390 px.
     * Ditumpuk begini tingginya boleh bertambah, jadi ia dibiarkan membungkus
     * ketimbang meluber keluar panel.
     */
    .wr-segs--nihil { height: auto; padding: 6px 10px; }
    .wr-segs--nihil em { white-space: normal; }
    .wr-feed { grid-template-columns: 1fr; padding: 12px; }
}

@media (prefers-reduced-motion: reduce) {
    .wr-board *, .wr-board *::before { animation: none !important; transition: none !important; }
}

/*
 * Tautan antar modul di dalam papan.
 *
 * SELEKTORNYA DUA KELAS, DAN ITU PERLU
 * -------------------------------------------------------------------------
 * Di atas ada `.wr-board a { color: inherit; }` dengan spesifisitas (0,1,1).
 * `.wr-link` sendirian hanya (0,1,0) dan KALAH — tautannya akan tampil
 * sewarna teks biasa, hanya dengan garis bawah. `.wr-board .wr-link` (0,2,0)
 * menang karena jumlah kelasnya lebih banyak.
 */
.wr-board .wr-link {
    display: inline-block;
    margin-top: 4px;
    font-weight: 600;
    /*
     * `--wr-brass`, bukan warna biru baru: itu satu-satunya warna aksen yang
     * memang dimiliki tema ini. Menambah warna kedua berarti dua aksen yang
     * akan berbeda arah begitu temanya disetel ulang.
     */
    color: var(--wr-brass);
    text-decoration: none;
    border-bottom: 1px solid currentColor;
}

.wr-board .wr-link:hover { opacity: .85; }
